308
Apr 19
kurniawangunadi:

Pertanyaan menarik : Sering orang berkata, laki-laki dilihat masa depannya, wanita dilihat masa lalunya, bagaimana menurut mas Gun?

Ini saya jawab :
Saya akan menjawab dengan pendapat pribadi, jadi ini subjektif ya :)Menurut saya, kalimat tersebut sangat picik dan cenderung menyudutkan perempuan. Saya laki-laki dan ketika membicarakan perempuan saya selalu berkaca bagaimana bila itu adalah ibu saya, saudara perempuan saya, atau istri dan anak-anak perempuan saya nantinya.Masa lalu itu dimiliki setiap orang, baik laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Sayangnya, manusia di jaman kita ini senang sekali membicarakan masa lalu sampai dibuat di program televisi sebagai infotainment (hiburan informasi). Saat informasi mengenai aib justru dijadikan bahan hiburan. Ya keadaan memang seperti itu kan sekarang.Kalimat pernyataan bahwa “Laki-laki dilihat dari masa depan dan perempuan dari masa lalu” seperti propaganda untuk menguntungkan laki-laki saja. Saya lebih suka melihat seseorang di masa sekarang dan visinya di masa depan lalu dilihat bagaimana dulu dia di masa lalu. Masa depan-sekarang-masa lalu adalah satu kesatuan. Berada dalam satu jiwa dalam satu individu dan jasad. Masing-masing memilikinya dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kecuali orang itu amnesia, tapi tetap saja orang lain akan menyimpan memori tentang masa lalunya itu.Perempuan, dengan segala penghormatan saya. Sebab ibu saya adalah seorang perempuan. Masa depan yang ada padanya jauh lebih penting daripada apa yang terjadi di masa lalunya. Seburuk apapun masa lalu itu.
Bahkan Allah saja selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengubah dirinya menjadi baik. Memaafkan masa lalu yang mungkin penuh kesalahan.
Bila kita berada dalam posisi itu, dilihat dari masa lalunya. Apa kita mau? Coba tanya ke diri sendiri :)Kita semua diajarkan untuk berprasangka baik, kan? :)

kurniawangunadi:

Pertanyaan menarik : Sering orang berkata, laki-laki dilihat masa depannya, wanita dilihat masa lalunya, bagaimana menurut mas Gun?

Ini saya jawab :

Saya akan menjawab dengan pendapat pribadi, jadi ini subjektif ya :)

Menurut saya, kalimat tersebut sangat picik dan cenderung menyudutkan perempuan. Saya laki-laki dan ketika membicarakan perempuan saya selalu berkaca bagaimana bila itu adalah ibu saya, saudara perempuan saya, atau istri dan anak-anak perempuan saya nantinya.

Masa lalu itu dimiliki setiap orang, baik laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Sayangnya, manusia di jaman kita ini senang sekali membicarakan masa lalu sampai dibuat di program televisi sebagai infotainment (hiburan informasi). Saat informasi mengenai aib justru dijadikan bahan hiburan. Ya keadaan memang seperti itu kan sekarang.

Kalimat pernyataan bahwa “Laki-laki dilihat dari masa depan dan perempuan dari masa lalu” seperti propaganda untuk menguntungkan laki-laki saja. Saya lebih suka melihat seseorang di masa sekarang dan visinya di masa depan lalu dilihat bagaimana dulu dia di masa lalu. Masa depan-sekarang-masa lalu adalah satu kesatuan. Berada dalam satu jiwa dalam satu individu dan jasad. Masing-masing memilikinya dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kecuali orang itu amnesia, tapi tetap saja orang lain akan menyimpan memori tentang masa lalunya itu.

Perempuan, dengan segala penghormatan saya. Sebab ibu saya adalah seorang perempuan. Masa depan yang ada padanya jauh lebih penting daripada apa yang terjadi di masa lalunya. Seburuk apapun masa lalu itu.

Bahkan Allah saja selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengubah dirinya menjadi baik. Memaafkan masa lalu yang mungkin penuh kesalahan.

Bila kita berada dalam posisi itu, dilihat dari masa lalunya. Apa kita mau? Coba tanya ke diri sendiri :)

Kita semua diajarkan untuk berprasangka baik, kan? :)


7
Apr 19

Berdiri dari Duduk Manis, Berhenti Bersikap Apatis

ayudyahpermatasari:

Anak muda masih aja golput? Merasa Idealis? Merasa golput itu pilihan? Menilai semua partai rusak? Kayaknya perlu diperbaiki dulu idealisnya.” -salah satu kawan saya di Twitter.

Persentase golput di Indonesia semakin meningkat di setiap pemilihan-pemilihan umum. Taukah kamu ketika suatu saat nanti semua rakyat di Indonesia tidak menggunakan hak nya untuk memilih pemimpinnya? Indonesia akan dipimpin oleh orang-orang dzalim, liberal, kafir, dan sekuler.

Pertanyaan paling mendasar, apakah Indonesia tetap menjadi negara demokrasi sedangkan rakyatnya semua apatis dan memilih golput? Golput bukan bagian demokrasi, kawan. 

Golput memang tidak sesempit ini, golput sangat diwajibkan ketika semua calon-calon pemimpin memiliki visi dan misi untuk menghancurkan negara dan agama dengan sangat terang-terangan. 

Manusia yang paling baik adalah manusia yang berguna bagi sesama. Hak satu suara kita adalah sebuah langkah dalam memperbaiki sistem pemerintahan di negara Indonesia, memperbaiki sistem politiknya pula, hak satu suara kita tidak hanya berguna bagi sesama, bahkan berguna bagi masa depan Indonesia untuk 5 tahun ke depan.

Gunakan idealis kita sebagai mahasiswa untuk memilih pemimpin yang terbaik, bukan golput karena refleksi dari kekecewaan kita. 

Mari berdiri dari duduk manis dan berhenti bersikap apatis. 


1469
Apr 19

(Source: syedafatimaa)


2686
Apr 18

(Source: surfthe-coast)


13029
Apr 18

366160
Apr 18

(Source: ikarost)


Apr 18
Bonjour ;) with Syifa and Utari – View on Path.

Bonjour ;) with Syifa and Utari – View on Path.


Apr 16

Listening to Kangen by Dewa 19

with Adit – Preview it on Path.